Latest Entries »

Saturday, March 27, 2010

Cara pengambilan sampel rabies

Berikut ini merupakan cara pengambilan sampel rabies melalui foramen magnum yang di buat dalam bentuk video :

Penjelasan yang jelas ada di alamat berikut (bahasa inggris) : Brain Scoop: A Simple Post-Mortem Instrument to Collect Brain Samples for Diagnosis of Rabies terdapat perbedaan pada penjelasan di atas yang menggunakan brain scoop sedangkan pada video menggunakan pipet.


By : Kelompok N Gelombang IV KoAs Kedokteran Hewan Udayana University di Desa Payangan Kabupaten Tabanan Provinsi Denpasar 26 Maret 2010.

Sunday, March 7, 2010

Pemberian (Terapi) Cairan Pada hewan

Berikut ini merupakan perhitungan untuk pemberian/terapi cairan pada hewan yang dehidrasi :

Existing deficit (ml) = berat badan (kg) x % dehidrasi x 1000
Maintenance requirements = berat badan (kg) x 40-60 ml/kg/day
Continuing losses = perkiraan kehilangan cairan (ml/day)


contoh :

Jika seekor anjing dengan berat 20 kg mengalami dehidrasi akibat anorexia dan diare selama 3 hari. Pasien mengalami penurunan elasitas kulit (Tugor kulit menurun), membran mukosa kering, dan lamanya CRT (Capillary Refilling Time). Pada pemeriksaan lab ditemukan PCV 57%, protein plasma 8,6 g/dl, BUN 38 mg/dl, dan berat jenis urin 1.060. Sehingga perkiraan kehilangan cairan adalah 8%. Berapakah jumlah cairan yang dibutuhkan oleh pasien ?

Existing deficit (ml) = 20 (kg) x 8% (0,08) x 1000 = 1600
Maintenance requirements = 20 (kg) x 50 ml/kg/day = 1000
Continuing losses = 400

Total = 3000 (ml)

Diambil dari :

Lorenz, M. D., Larry, M. C., and Duncan, C. F. 1997. Small Animal Medical Therapeutics. Lippincott-Raven Publishers. Philadelphia. New York

Friday, March 5, 2010

Cara Menentukan Umur Anjing dan Kucing dari Gigi


2-4 minggu
Kucing : Gigi susu Incisors/seri tumbuh
Anjing : Belum ada gigi yang tumbuh

3-4 minggu
Kucing : Gigi susu Canines/taring tumbuh
Anjing : Gigi susu canines tumbuh

4-6 minggu
Kucing : Gigi susu Premolar/geraham tumbuh pada rahang bawa
Anjing : Gigi susu Incisor dan premolar tumbuh

8 minggu
Kucing : Semua gigi susu sudah tumbuh
Anjing : Semua gigi susu sudah tumbuh

3 - 4 bulan
Kucing : Permanen gigi Incisors tumbuh
Anjing : Belum ada gigi permanen yang tumbuh

4 - 5 bulan
Kucing : Permanen gigi canine, premolar, dan molar mulai tumbuh
Anjing : Permanen gigi Incisors tumbuh dan beberapa premolar dan molar tumbuh

5 - 7 bulan
Kucing : Semua gigi permanen tumbuh pada bulan ke-6
Anjing : Permanen gigi canine, premolar dan molar tumbuh pada bulan ke-7

1 tahun
Kucing : Gigi putih dan bersih
Anjing : Gigi putih dan bersih

1 - 2 tahun
Kucing : Gigi mulai aus dan muncul karang gigi (kuning) pada beberapa gigi di belakang gigi
Anjing : Gigi mulai aus dan muncul karang gigi (kuning) pada beberapa gigi di belakang gigi

3 - 5 tahun
Kucing : Adanya karang gigi (kuning) yang lebih banyak (semua gigi)
Anjing : Adanya karang gigi (kuning) yang lebih banyak (semua gigi)

Berikut disertakan (tautan) rumus gigi pada beberapa hewan :


catatan ini dikutip dari :



Sunday, February 28, 2010

Diare berdarah pada anjing

Anjing disebut diare jika anjing sudah lima kali mengalami defikasi/BAB selama 24 jam. Biasanya feses yang dikeluarkan lebih banyak mengandung cairan daripada feses yang normal. Jika sudah terdapat darah dalam feses maka anjing anda harus segera dibawa ke dokter hewan. Diare berdarah adalah tanda gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan kematian pada anjing.

Identifikasi
Terdapat 2 warna yang kelihatan pada diare berdarah. Yang pertama warna darah sangat jelas dalam hal ini warna merah terang sama seperti warna darah biasanya. Tetapi warna hitam pada feses juga menunjukan adanya darah pada feses. Berwarna hitam disebabkan karena darah telah melewati saluran pencernaan yang panjang.

Penyebab
Menurut "Dog Owner Veterinary Handbook" terdapat berbagai penyebab diare berdarah. Salah satu penyebabnya adalah anjing menelan benda asing yang merusak organ dalam. Penyebab lain adalah anjing memakan sampah busuk atau bagian tubuh dari hewan yang telah mati. Ada juga penyakit seperti parvo virus, cocidia dan ancylstomiasis yang dapat menyebabkan diare berdarah. Racun tikus dapat menyebabkan muntah dan diare berdarah. Kanker juga dapat menyebabkan diare berdarah.

Gejala klinis yang lain
Untuk membantu mempercepat penentuan penyebab penyakit maka dokter hewan perlu mengetahui jika anjing memiliki gejala lain seperti hilangnya koordinasi, muntah, terenga-engah tak terkendali, atau kejang-kejang.

Pengobatan
Pengobatan tergantung pada penyebabnya. Jika terdapat benda asing atau kerusakan usus maka perlu dilakukan pembedahan. Jika penyebabnya karena penyakit seperti parvo virus, cocidia dan ancylostomiasis maka dokter hewan akan memberikan pengobatan sesuai penyakit. Pada keracunan racun tikus anjing perlu injeksi vitamin K atau transfusi darah. Jika anjing mengalami dehidrasi akibat diare maka dokter hewan akan memberikan terapi cairan/infus selama anjing tidak mau makan.





Friday, February 26, 2010

Gambar basophil, eosinophil, neutrophil, etc

Gambar eosinophil (E) dan Neutrophil (N) pada ulas darah








Gambar Neutrophil pada ulas darah










Gambar Monocyte, eosinophil, basophil, limphocyte pada ulas darah







Gambar lymphocyte yang ditunjukan dengan tandah panah biru serta platelet dengan panah hitam pada ulas darah






Thursday, February 25, 2010

Cara membaca hasil tes darah hewan anda !!

Pemeriksaan darah !!!
Pemeriksaan darah banyak sekali memiliki fungsi dalam membantu seorang dokter hewan. Salah satu fungsinya adalah dapat mengetahui status hewan (sehat atau sakit). Untuk itu seorang dokter hewan harus bisa menginterpretasikan hasil pemeriksaan darah. Berikut ini saya mencoba memberikan sedikit cara menginterpretasikan hasil tes darah dari literatur yang pernah saya baca.

RBC (Red Blood Cells)
Atau yang dikenal sebagai sel darah merah diketahui bertanggung jawab sebagai transport/pengangkut oxigen dan karbon dioksida ke seluruh tubuh atau dari seluruh tubuh. Jika hasil menunjukan terjadi penurunan sel darah merah maka hal tersebut dapat diindikasikan hemoragi/hemorrhage, adanya parasit/parasites, penyakit sumsum tulang, kekurangan B-12, defisiensi asam folat.

Hematokrit (HCT)/Packed Cell Volume (PCV)
Hematokrit menunjukan informasi jumlah sel darah merah yang ada dalam darah. Penurunan nilai hematokrit dapat diartikan anemia akibat pendarahan, parasit, defisiensi nutrisi, penyakit kronik seperti penyakit pada hati, kanker dan lain-lain. Peningkatan nilai hematokrit sering terlihat pada kasus dehidrasi.

Hemoglobin (Hb)
Penting sebagai transport oxigen dalam daram. Turunnya nilai hemoblogin menandakan adanya hemoragi, anemia, defisiensi zat besi. Peningkatan nilai hemoglobin menandakan meningkatnya kosentrasi dari sel darah merah lebih dari pada normal, defisiensi B-12.

Reticulocytes
Atau sel darah merah yang belum dewasa. Penurunan nilai biasanya dihubungkan dengan anemia. peningkatan jumlah dihubungkan dengan hemoragi kronik atau hemolytic anemia.

Platelets (PLT)
Berperan penting pada pembekuan darah. Penurunan nilai dapat terjadi karena depresi pada sumsum tulang, anemia hemolitik autoimun, lupus sistem, hemoragi yang parah atau koagulasi intravascular. Peningkatan nilai dapat terjadi akibat patah tulang atau rusaknya pembuluh darah, kanker.

White Blood Cells (WBC)
Sebagai agen tubuh yang melawan infeksi. Penurunan nilai dapat mengindikasikan terjadinya infeksi virus atau keracunan obat-obatan/bahan kimia. Peningkatan nilai mengindikasikan infeksi bakteri, gangguan emosi dan kelainan pada darah.

Limfosit
Peningkatan nilai mengindikasikan infeksi kronik, dalam proses penyembuhan dari infeksi akut. Penurunan nilai mengindikasikan stres, dalam pengobatan dengan obat-obat steroid dan obat-obat kemoterapi.

Blood Urea Nitrogen (BUN)
BUN di produksi oleh hati dan diekskresikan melalui ginjal. Penurunan nilai dapat menunjukan adanya sedikit diet protein, insufisiensi/ketidakmampuan hati, dan pemakaian obat anabolic steroid. Peninkatakk nilai dapat menunjukan adanya kondisi yang mengurangi kemampuan kerja ginjal untuk menyaring cairan tubuh atau gangguan pada pemcahan protein.

Amylase (AMYL)
Hasil dari pankreas. Penilaian kadar amylase dalam darah dapat mengindikasikan gangguan pada pankreas dan penyakit ginjal.

Selengkapnya kunjungi tautan berikut :


Normal Biochemical Values

Table Normal Biochemical Values
Test Units Dogs Cats
Urea nitrogen (BUN) mg/dl 7–27 15–34
Creatinine mg/dl 0.4–1.8 0.8–2.3
Cholesterol mg/dl 112–328 82–218
Glucose mg/dl 60–125 70–150
Alkaline phosphatase (ALP) IU/L 10–150 0–62
Alanine aminotransferase (ALT) IU/L 5–60 28–76
Aspartate aminotransferase (AST) IU/L 5–55 5–55
Total protein g/dl 5.1–7.8 5.9–8.5
Albumin g/dl 2.6–4.3 2.4–4.1
Globulin g/dl 2.3–4.5 3.4–5.2
A-G ratio 0.75–1.9 0.6–1.5
Sodium mEq/L 141–156 147–156
Potassium mEq/L 4.0–5.6 3.9–5.3
Sodium-potassium ratio 27–40 > 27.0
Chloride mEq/L 105–115 111–125
Total CO2 mEq/L 17–24 13–25
Anion gap mEq/L 12–24 13–27
Calcium mg/dl 7.5–11.3 7.5–10.8
Phosphorus mg/dl 2.1–6.3 3.0–7.0
Total bilirubin mg/dl 0–0.4 0.0–0.4
Direct bilirubin mg/dl 0.0–0.1 0.0–0.1
Indirect bilirubin mg/dl 0–0.3 0.0–0.3
Lactate dehydrogenase (LDH) IU/L 50–380 46–350
Creatine kinase (CK or CPK) IU/L 10–200 64–440
Gamma glutamyl transferase (GGT) IU/L 0–10 1–7
Uric acid mg/dl 0–2 0–1
Amylase IU/L 500–1500 500–1500
Lipase U/L 100–500 10–195
Magnesium mEq/L 1.8–2.4 1.8–2.4
Trigiycendes mg/dl 20–150 20–90



Di ambil dari Tilley and Smith. 2000. The-5 Minute Veterinary Consult Ver 2.